Mengenal Growth Mindset Lebih Dekat untuk Kehidupan Lebih Baik


Apakah Anda sudah mengetahui apa itu Growth Mindset? Memang istilah ini mungkin kurang populer di tengah masyarakat. Namun, berbeda di kalangan motivator, pebisnis, para pekerja keras, ataupun setiap orang yang ingin mengalami perubahan progresif. Sebuah proses perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupannya secara umum. Dengan begitu, orang tersebut bisa merasa lebih nyaman, sehat, senang, dan damai dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tidak ada lagi rasa kekurangan, kesedihan yang berlarut, kegagalan, ataupun perasaan negatif lainnya. Untuk bisa mencapai level seperti itu, tentu saja tidak mudah. Perlu usaha keras dan pantang menyerah. Oleh karena itu, teori yang satu ini sangat cocok dengan para pebisnis yang ingin selalu sukses menjalankan usahanya, baik di dunia nyata ataupun dunia maya.

Berbicara mengenai Growth Mindset, tentu tidak akan bisa dilepaskan dengan seorang tokoh yang mencetuskan teori ini. Terutama Anda sekalian yang mempelajari bidang psikologi. Pasalnya, penemu teori ini adalah seorang profesor di bidang yang sama. Dia bernama Carol Dweck, seorang dosen aktif mengajar di Stanford University, California, Amerika Serikat. Dalam teori yang dicetuskannya, Carol membagi dua tipe manusia yang dilihat dari cara berpikirnya, yaitu Growth Mindset dan Fixed Mindset. Nah, di sini akan coba dijelaskan satu per satu perihal dua teori dari Carol tersebut. Semoga Anda sekalian yang membacanya bisa menginspirasinya serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu, apa itu Growth Mindset? Kelompok ini menurut Carol, termasuk tipikal orang-orang yang pantang menyerah dalam kehidupannya. Mereka akan terus berusaha saat menemui kesalahan atau kegagalan, sehingga akan terus mencari jalan keluarnya. Mereka cenderung berpikiran positif bahwa tiap manusia pasti akan selalu menemui berbagai masalah, halangan, serta rintangan dalam kehidupannya dengan tingkatan berbeda-beda. Orang-orang dalam kelompok ini percaya kemampuannya bersifat dinamis. Dalam arti, kemampuan dalam berpikir dan bertindak naik turun. Terkadang bagus dan bisa juga buruk. Namun demikian, kemampuan setiap orang tersebut dapat selalu diasah sehingga selalu baik. Salah satu caranya adalah dengan pengalamannya dalam menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan.

Sebagai contoh, Anda yang seorang pebisnis yang selalu berpikiran positif setiap waktu. Hampir tiap hari selalu ada masalah yang berhubungan dengan aktivitas bisnis atau yang lainnya. Mau tidak mau Anda harus berusaha menyelesaikannya. Tak kenal pantang menyerah, sebelum masalah yang dihadapinya benar-benar terselesaikan hingga tuntas. Anda akan selalu berusaha semalsimal mungkin karena ada motivasi dari dalam diri sendiri yang selalu mengarah pada sisi positif.

Carol juga mengidentifikasi orang-orang yang masuk kelompok Fixed Mindset. Mereka merupakan orang-orang yang mudah menyerah saat menemui masalah dalam kehidupannya sehari-hari. Mereka selalu mencari serta menyalahkan kelemahan dalam dirinya sendiri, lalu menjadikannya sebagai alasan tak bisa untuk menyelesaikan sebuah masalah. Dengan kata lain, orang-orang seperti ini akan selalu melihat dan mengorek-orek sisi negatifnya saja, baik dirinya sendiri maupun orang lain. Saat dihadapi dengan masalah pelik dan susah dipecahkan, mereka akan mudah putus asa. Mereka akan menyalahkan orang lain yang berkaitan dengan masalah ini, hingga takdir Tuhan yang tak bisa diubah lagi. Mereka menganggap bahwa kemampuannya bersifat statis dan tidak bisa diperbaiki lagi. Maka dari itu, orang-orang yang masuk kelompok ini akan selalu cenderung berpikiran negatif dan tidak akan mampu berubah ke arah yang lebih baik.

Itulah sedikit pemahaman mengenai Growth Mindset, beserta perbedaannya dengan Fixed Mindset. Semoga bermanfaat bagi Anda sekalian.




cari kerja jadi lebih mudah di relasio.com